Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Wednesday, November 21, 2007

The power of low-tech nursing

The power of low-tech nursing

Source: RN
By: Jennifer L.W. Fink, RN, BSN
Originally published: June 1, 2005

Emily looked up at me, her eyes filled with pain.

"I don't have much longer, do I?" she asked, her thin voice wavering.

I watched a single tear trace the deeply creased line of her cheek. I shook my head No. Emily had metastatic liver cancer, and the end was near.

"That's what I thought," she replied. Her entire body began to shake as silent sobs overtook her.
I reached out to touch her hand. She grasped it so tightly that my wedding ring dug into my flesh. Feeling her need, I asked, "Emily, can I hug you?" She nodded. I wrapped my arms around her, and she buried her head in my shoulder. Her thin arms clutched me tightly. As I held her, I felt her fear, pain, and suffering mix with my sense of frustration and helplessness. After several minutes, she asked for a tissue.


"Thank you," she said as she dabbed the corners of her eyes. "You don't know how much that meant to me."

In my 10 years as a med/surg nurse, I came to realize that many of the most important nursing skills are not learned in the classroom. The skills patients value most are not a superb nursing assessment or a flawless IV insertion technique (though they of course benefit from such skills). Instead, patients are most impressed by our care when we show them we're human, by listening to them, attending to them, and touching them. Twenty-first century healthcare may be a high-tech world, but sometimes a low-tech approach works best.

How "being there" helps patients What I call "low-tech nursing" actually means being there for your patients, physically and emotionally. It encompasses—among other things—touch and conversation.

Research has shown that touching patients has several benefits. One study found that patients whose hands were held during cataract surgery reported less anxiety and had lower blood epinephrine levels than those who underwent cataract surgery without hand-holding.1 Another study found that elderly female nursing home residents who received comforting touch—touch intended to reassure, calm, or encourage them—showed an improvement in their assessments of their self-esteem, well-being, health status, life satisfaction, and faith.2 Touch has also been found to positively affect patients' attitudes to ward their nurses.3

In addition, simply talking and listening helps. Patients often welcome the opportunity to express their worries and concerns.4 For some patients, a conversation with their nurse may be the only social interaction they have all day. Speaking with a patient—even about the weather—is a way of being there for him.

I once cared for an 80-year-old woman recovering from lower leg cellulitis. When I entered her room, she was alone and sitting in bed with her head down. I introduced myself and asked about her leg, her recovery, and her family. I looked at pictures of her newest grandchild. We talked for about 10 minutes. By then, her head was up and she was smiling. "You know, you're the best nurse I've had yet," she told me. I hadn't even touched her!

Overcoming barriers to low-tech care For some nurses, touching and talking to patients doesn't come naturally. They may hesitate to touch patients, particularly those of the opposite sex, for fear of being accused of inappropriate behavior. The threat of sexual harassment has led some institutions to implement policies that severely restrict how and when nurses can touch patients. In some cases, too, nurses may limit their personal interaction with patients out of concern for maintaining appropriate professional boundaries.

Another barrier to practicing low-tech nursing is a healthcare system that focuses on cure rather than comfort.4 And short-staffing, coupled with heavy workloads, leaves little time to connect with patients.

But connecting with patients is crucial and does not have to take a lot of time. One study found that nurses were able to increase nursing home residents' outlook on not just their health but life in general with only 10 minutes of touch a week.2

Complete article

Tuesday, July 31, 2007

Khasiat Buah Pepaya

Tanaman pepaya dikenal sebagai tanaman multiguna, karena hampir seluruh bagian tanaman mulai dari akar hingga daun bermanfaat bagi manusia maupun hewan. Tanaman pepaya dapat dimanfaatkan sebagai makanan, minuman, obat, kecantikan mau- pun sebagai pakan ternak. Khasiat buah pepaya telah dibahas dalam artikel (1) sebelumnya. Berikut adalah dosis pemakaian dan penggunaan pepaya sebagai obat.

Untuk pemakaian luar, caranya pepaya direbus lalu airnya digunakan untuk mencuci bagian yang sakit, atau getah dioleskan pada bagian yang sakit. Sedangkan untuk pemakaian dalam, gunakan 30-60 gram bahan segar yang direbus atau dihaluskan menjadi jus.

Gunakan untuk kapalan, tumit pecah-pecah, luka, panu, digigit serangga. Caranya, buah pepaya muda dipotong ujungnya lalu ambil getahnya dengan menggunakan kapas, lalu oleskan pada bagian kulit yang sakit. Buah pepaya mengkal diblender atau dihaluskan, lalu airnya dioleskan pada bagian yang sakit. Lakukan secara rutin.

Mengatasi ubanan sebelum waktunya. Caranya, gunakan 30 gram biji pepaya yang telah matang disangrai kemudian dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan 1 sendok makan minyak kelapa, aduk rata lalu dioleskan pada rambut hingga merata. Biarkan selama 1-2 jam setelah itu bersihkan. Lakukan 1 kali seminggu.

Untuk melancarkan ASI. Gunakan 30 gram daun pepaya diremas-remas, lalu diletakan di atas api hingga daun menjadi layu, dan tempelkan daun pepaya selagi hangat di sekeliling payudara, kecuali bagian putingnya.

Pada penderita luka bakar, gunakan getah pepaya muda dioleskan pada luka bakar, atau pepaya muda dihaluskan kemudian dibalurkan pada bagian yang sakit (dikompres).
Untuk mengobati jerawat, gunakan 30 gram daun pepaya yang sudah tua dijemur sebentar kemudian dihaluskan tambahkan 30 cc air, kemudian gunakan sebagai masker pada bulit yang berjerawat. Getah pohon pepaya muda dioleskan pada kulit yang berjerawat. Lakukan seacra rutin hingga jerawat kering. Hindari terkena mata.

Pada pasien rematik, gunakan 30 gram akar pepaya, 20 gram daun jeruk nipis, 15 gram sambiloto segar, 20 gram daun ketepeng china, 30 gram daun sirih segar, 5 buah cabai rawit, semuanya dihaluskan lalu direndam dalam alkohol 75 persen selama 7 hari, kemudian diperas dan disaring. Airnya digunakan untuk menggosok dan mengurut bagian yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari. Atau gunakan 1/2 sendok teh getah pepaya gantung, 1/2 sendok teh getah batang sesuru, minyak kayu putih secukupnya diaduk rata lalu digunakan untuk menggosok bagian yang sakit.

Bila menderita susah buang air besar, gunakan 300 gram pepaya masak yang telah dikupas kulitnya kemudian direncam dengan air garam secukupnya lalu dimakan. Lakukan dua kali sehari. Konsumsikan pepaya matang secara teratur.

Mengobati radang ginjal, dapat menggunakan 30 gram akar pepaya dibersihkan, direbus dengan 800 cc hingga tersisa 450 cc, saring tambahkan madu secukupnya dan diminum 3 kali sehari masing-masing 150 cc. Atau gunakan 30 gram akar pepaya dibersihkan, 30 sendok, 15 gram tanaman kumis kucing segar, 30 akar alang-alang direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, kemudian disaring dan diminum. Lakukan 2 kali sehari masing-masing 200 cc.

Bila menderita sakit perut saat haid, gunakan 30 gram daun pepaya, 30 gram kencur, 15 gram buah asam, garam secukupnya ditumbuk hingga halus tambahkan air masak secukupnya lalu diperas hingga tertampung 200 cc, dan diminum pada saat haid.

Untuk haid yang berlebihan, gunakan 200 gram pepaya muda, 100 gram rimpang teratai direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu airnya diminum dan bahan lainnya dimakan. Sedangkan untuk mengobati panas dalam pada anak-anak, gunakan 200 gram buah pepaya matang, 300 gram labu parang/labu kuning, gula batu secukupnya, diblender dengan air secukupnya dan diminum.

Mengatasi influenza, gunakan 20 gram biji pepaya, 10 gram jahe, 15 gram lempuyang wangi, 2 siung bawang putih direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 300 cc, tambahkan 2 sendok makan air jeruk nipis, madu secukupnya dan diminum 3 kali sehari, setiap kali minum 100 cc. Untuk pasien rematik, gunakan 60 gram daun pepaya, 15 gram jahe merah direbus dengan 400 cc air hingga 200 cc lalu disaring dan diminum selagi hangat. Atau gunakan 30 gram buah pepaya setengah matang, 15 gram jahe merah direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum 2 kali sehari masing-masing 150 cc.

Mengobati penderita anemia, gunakan 30 gram daun pepaya, 20 gram daun blustru, 20 gram daun selasih, 10 gram lempuyang direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc lalu disaring, dan diminum airnya 2 kali sehari masing-masing 200 cc.

Menderita masuk angin, gunakan 60 gram daun pepaya, 20 gram daun sembung, 10 gram jahe, 3 batang sereh, 10 butir cengkeh, 1/2 sendok teh jintan, 30 gram gula aren/gula merah direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 450 cc, lalu disaring dan diminum airnya 3 kali sehari masing-masing 150 cc.

Untuk meningkatkan nafsu makan, gunakan 100 gram daun pepaya muda segar dihaluskan, tambahkan 200 cc air masak lalu disaring dan tambahkan madu secukupnya lalu diminum, lakukan 2-3 kali sehari.

Catatan: untuk penyakit yang serius dianjurkan tetap konsultasi ke dokter. Pengobatan dilakukan sesuai anjuran.

(Prof HM Hembing Wijayakusuma adalah Ketua Umum Himpunan Pengobat Tradisional dan Akupunktur Se-Indonesia (HIPTRI)

Saturday, February 17, 2007

Sayangi Jantung, Carilah Waktu Tidur pada Jam Kantor

Anda yang kesulitan menahan kantuk di sela jam kerja, kini punya alasan kesehatan untuk minta ijin tidur siang. Sebuah riset yang dilakukan ilmuwan di Yunani menyebutkan bahwa tidur sebentar di sela jam kerja bisa mengurangi risiko penyakit jantung, terutama pada pria.

Kesimpulan yang dipublikasikan dalam Archieves of Internal Medicine tersebut dibuat berdasarkan sebuah penelitian besar untuk mengetahui manfaat tidur siang bagi kesehatan. Tidak tanggung-tanggung, tim peneliti mengamati kesehatan lebih dari 23 ribu orang dewasa bertubuh sehat selama enam tahun. Para responden tersebut rata-rata berusia 50 tahunan dan sebagian besar berstatus karyawan.

Hasilnya, mereka yang tidur siang selama setengah jam minimal tiga kali seminggu, lebih rendah 37 persen terkena serangan jantung atau masalah yang berkaitan dengan jantung. Menurut tim peneliti, tidur siang bisa mengurangi stres, dan stres yang dialami manusia umumnya berasal dari pekerjaan.

Bagaimana dengan perempuan? Menurut Dr Dimitrios Trichopoulos, kepala penelitian, mungkin perempuan juga memetik manfaat yang sama dari tidur siang, namun dibandingkan dengan responden pria, hanya sedikit saja responden perempuan yang meninggal akibat penyakit jantung selama penelitian ini.

Sebanyak 48 responden perempuan dalam riset ini meninggal dunia karena penyakit jantung, enam di antaranya karyawati. Bandingkan dengan 85 responden pria yang meninggal karena penyakit jantung selama penelitian. Sayangnya, banyak perusahaan yang menilai karyawannya yang tidur siang sebagai pemalas. Namun tak sedikit pula perusahaan yang mengijinkan karyawannya tidur di sela waktu kerja, dan terbukti karyawannya tetap produktif. "Saran saya, jika Anda punya kesempatan tidur siang, lakukan. Jika kantor Anda memiliki sofa, beristirahatlah agar rileks," kata Trichopoulos.
(this article was taken from UCC milist)

Wednesday, December 27, 2006

Amarah Itu Racun, Kendalikan Segera!

A tip of the day...


Amarah Itu Racun, Kendalikan Segera!

Ingat-ingat, saat anda mengalami hari yang buruk, entah macet, atau mobil terserempet pengendara motor yang ugal-ugalan, apa reaksi Anda? Marah tentu. Anda bakal menyalahkan orang lain atas kejadian itu? Bisa jadi.
Amarah itu wajar, asal jangan berlebihan. Sebab amarah di luar batas takaran beracun lho. Tekanan darah tinggi, menurunnya level gula dalam darah,sakit kepala, migren, sakit jiwa, bahkan kematian, merupakan efek samping yang lazim ditemukan dari amarah yang kronis. Bertahun-tahun hingga kini, sejumlah riset klinis telah melakukan percobaan dari ratusan orang sukarela untuk menjalani tes kemarahan, untuk menentukan pola antara kemarahan dengan isu kesehatan.
Hasil membuktikan indikasi definitive kemarahan dapat membunuh untuk jangka panjang. Diperkirakan orang yang biasa marah sepanjang hidupnya akan mati 10 tahun lebih muda keimbang seseorang yang dapat mengendalikan amarah dan stress. Nah, tertarik kan?
Amarah disebabkan oleh stress/tekanan dan pikiran negatif yang menurunkan kadar serotonin di otak, yang akan menyebabkan terjadinya:
- Meningkatnya perilaku agresif.
- Meningkatkan aktivitas system syraaf simpatik, seperti pernapasan, kecepatan denyut jantung.
- Menurunkan aktivitas system syaraf parasimpatik, seperti koordinasi, konsentrasi, dll.
- Meningkatkan efek menyenangkan dari merokok dan nikoton, yang akan meningkatkan perilaku buruk.
- Naiknya bobot tubuh dan kebiasaan makan.
- Meningkatnya konsumsi alkohol.
Langkah gampang yang dapat anda tempuh mengekang amarah adalah jangan membesar-besarkan masalah dan sebenarnya sebagian besar masalah itu hal kecil yang dibesar-besarkan.


Agar lebih mudah, berikut ini kami rangkumkan 10 langkah untuk menurunkan amarah:
1. Meditasi
Dengan meditasi, Anda fokus pada pernapasan dan tampak rileks. Cara ini ampuh menurunkan tekanan psikologis dan stress. Lakukan meditasi setiap hari, dan lihat manfaatnya untuk mengendalikan amarah yang siap memuncak.
2. Tegaslah pada diri-sendiri
Jika ketidakadilan terjadi pada Anda, tak diragukan lagi pasti amarah itu menggelegak. Namun tujuan utamanya adalah jangan sampai amarah itu bersifat merusak dan membuat Anda hilang kendali. Tetaplah fokus dan selektif.
Tak seperti meditasi, penegasan akan membuat Anda dapat menilai situasi. Asertif, yang merupakan kebalikan dari agresif, meminta adanya perubahan perilaku. Jika biasanya Anda meminta sesuatu dengan marah-marah, ubahlah permintaan dengan kata-kata santun dan menaruh rasa hormat. Cara ini lebih diplomatis.
3. Memelihara binatang
Hewan peliharaan tak menuntut banyak, kecuali makanan dan perhatian. Namun pada saat yang sama, dia akan memberikan tuan-nya sesuatu yang berharga. Jangan anggap binatang peliharaan tak punya perasaan, mereka itu lebih peka dan mampu 'memahami' kita dengan lebih baik. Mereka tak egois, mau menang sendiri, seperti manusia. Memelihara binatang merupakan tindakan bagus sebagai awal Anda memperhatikan lingkungan sekitar. Penelitian menunjukkan secara fisik dan emosi pemilik binatang peliharaan lebih baik ketimbang yang tidak.
4. Mendengarkan
Cobalah untuk menutup mulut, diam, mendengarkan. Terbukti aksi diam mampu meredam amarah yang memuncak saat berseteru dengan lawan bicara, misalnya.
Jika saatnya bicara, Anda akan berbicara dengan nada lebih bijak dan akan membuat orang lain belajar pada Anda
5. Tingkatkan empati
Dengan melihat situasi dari kacamata orang lain, Anda akan menemukan kecakapan baru--bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Orang akan lebih menghargai Anda.
6. Toleransi
Kata ini sangat efektif, menerima orang lain seperti apa adanya, bukan ingin menjadikan mereka sesuai kehendak Anda. Di waktu lain, saat Anda bicara, akan lebih didengarkan olah orang lain. Sebabnya tak lain sikap toleransi yang Anda miliki itu.
7. Memaafkan
Memaafkan, betapapun luka itu masih membekas dalam di hati dan jantung Anda.
Meski secara akal tampaknya hal yang menyakitkan itu tak mungkin dimaafkan, kenapa tak melepaskan amarah dengan memaafkan orang lain yang telah menyakiti hati? Yakinlah, ada semacam 'pelepasan' beban yang membuat hidup jauh lebih ringan untuk dijalani.
8. Miliki sahabat
Seorang sahabat orang kepercayaan dapat memberi dukungan, atau bahkan mengasuh anak-anak saat Anda harus pergi mendadak. Sahabat juga tempat untuk berbagi, bahkan untuk hal-hal yang tak dapat kita share ke pasangan. Dengan berbagi, amarah juga bisa diredakan. Ibaratnya sahabat itu 'tong sampah' yang siap menampung segala serapahan kita.
9. Seringlah tertawa
Amarah dan humor memang tak sama dalam satu waktu. Namun tak ada salahnya menertawakan diri-sendiri saat suasana sedang tak enak. Amarah yang siap membuncah bakalan mereda jika Anda bisa membanggap tragedi hanyalah banyolan belaka.
10. Lebih religius
Jika selama ini Anda tak aktif di persekutuan gereja atau misa, kenapa tak memulainya lagi? komunitas spiritual akan membantu diri kita mencapai prospek filosofi yang positif. Outlook positif ini pada akhirnya akan mengekang segala kesinisan, amarah dan juga agresi.

Wednesday, December 06, 2006

Tips : Mencegah Komedo

Tips : Mencegah Komedo

Dear Netters,

Komedo muncul karena pori-pori kulit tersumbat oleh minyak (sebum), lapisan sel tanduk serta adanya bakteri permukaan kulit. Penanganan yang salah bisa meninggalkan bekas. Bagaimana mencegah dan menghilangkannya secara aman?

1. Gunakan produk-produk kecantikan yang mencantumkan keterangan noncomedogenic (tidak menutup pori-pori dan tidak menyebabkan komedo), oilfree, serta produk dengan bahan dasar air (water based skin care product).

2. Bersihkan wajah dua kali sehari secara rutin. Namun jangan berlebihan, karena malah membuat kandungan minyak wajah sebagai pelembab alami hilang.

3. Jangan pernah memencet hidung untuk menghilanglan komedo! Cara ini justru akan membuat kulit kemerahan dan meradang. Pori-pori pun akan bertambah besar.

4. Ingin cara sederhana? Ambil sebutir telur. Kocok putihnya hingga berbusa. Lalu, basahi kapas bersih dengan putih telur dan tempelkan pada hidung. Diamkan hingga kapas benar-benar kering (kurang lebih satu jam), kemudian angkat kapas dari hidung. Anda akan terkejut dengan banyaknya komedo yang menempel pada permukaan kapas. Jangan lupa untuk membersihkan wajah dengan air hangat sesudahnya.

5. Bisa juga scrubbing di area hidung. Sebelumnya lakukan steam dengan cara menguapi wajah dalam baskom berisi air hangat dan tutupi kepala dengan handuk lebar. Ini akan membuat pori-pori terbuka dan memudahkan proses scrubbing. Lalu, gosok secara perlahan daerah hidung dengan scrub wajah. Atau gunakan scrub dari buah pepaya yang bisa anda buat sendiri di rumah. Terakhir, bilas wajah dengan air bersih dan tutup kembali pori-pori dengan memakai toner. Lakukan perawatan ini maksimal tiga kali dalam seminggu.

6. Jika komedo tetap membandel, segeralah konsultasi dengan dokter kulit/dermatologist. Dimana Anda akan mendapatkan produk denan kandungan Retin-A, yang berfungsi sebagai exfoliant, untuk membuka pori-pori yang tersumbat, menelupas sel kulit mati dan membersihkan komedo. (Nova)

sumber:
kompas.co.id

Monday, November 27, 2006

Hidup Lebih Sehat - by Dr. Don Colbert

Hidup Lebih Sehat - Dr. Don Colbert (Tips Menarik)
Jadwal yang disarankan untuk meminum dua liter air setiap hari
: 30 menit sebelum makan pagi
: 1 gelas 2,5 jam setelah makan pagi
: 1 gelas 30 menit sebelum makan siang
: 1 gelas 2,5 jam setelah makan siang
: 1 gelas 30 menit sebelum makan malam
: 2 gelas 2,5 jam setelah makan malam
: 1 gelas 30 menit sebelum tidur
: 1 gelasMinum air sebelum makan memiliki dua kepentingan
1) Akan mengurangi nafsu makan karena perut anda terasa penuh.
2) Memberikan manfaat positif bagi pencernaan anda.
Menghindari sikap negatif untuk hidup yang lebih sehat :
Perasaan-perasaan mematikan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita.
Dampak-dampak dari perasaan-perasaan mematikan yang tidak pernah terpikir oleh kita sebelumnya adalah :
KEMARAHAN, dapat menyebabkan :
-Rheumatoid arthritis-Serangan jantung
-Penyakit jantung-Gagal jantung
-Kanker-Tekanan darah tinggi-Stroke
-Tukak lambung
Dr. Robert Eliot, seorang ahli kardiologi ternama, menemukan bahwa ketika "para pereaksi panas" itu memendam perasaan-perasaan mereka, itu pada akhirnya berubah menjadi permusuhan dan kemarahan. Ketika itu terjadi, tekanan darah meningkat tajam, resiko serangan jantung dan stroke akan lebih tinggi. Maka, lepaskan kemarahan dan mintalah pengampunan, jangan menyimpan kemarahan sampai matahari terbenam.
KEBENCIAN dan IRI HATI, dapat menyebabkan :
-Tekanan darah tinggi-Sakit kepala migran
-Penyakit jantung
-Tukak lambung
-Kanker
Ketika seseorang mengalami kemarahan yang berlebihan, kekhawatiran dan stress yang diakibatkan oleh kebencian, tingkat adrenalinnya meningkat, tekanan darah juga meningkat dan dengan begitu jantung-khususnya serangan jantung- bertambah bagi mereka yang hidup dalam kemarahan. Orang-orang itu menghadapi resiko penyakit jantung dua kali lebih tinggi disbanding orang lain. Sebagai tambahan, ketika seseorang mengalami kekecewaan, kemarahan atau ketakutan saat makan, perasaan-perasaan negatif ini merangsang system saraf simpatiknya, yang pada gilirannya menyebabkan berkurangnya pengeluaran enzim-enzim pancreas, yang menciptakan kesulitan dalam pencernaan makanan. Ini menyebabkan perut kembung, adanya gas, sakit ulu hati, dan masalah pencernaan lainnya. Stress yang berlebihan yang disebabkan oleh perasaan-perasaan negatif cukup berbahaya karena itu meningkatkan tingkat kortisol kita, yang kemudian menekan system kekebalan tubuh kita. Ketika system kekebalan kita tertekan, sel kanker mulai terbentuk dan berkembang. Kebencian dan iri hati merupakan perasaan-perasaan yang merusak.
KESOMBONGAN, dapat menyebabkan :
-Penyakit mental
-Stroke
-Serangan jantung
-Kematian
Menurut pandangan saya, perasaan yang paling mematikan adalah kesombongan. Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi anda dari perasaan yang paling mematikan - kesombongan.
KETAKUTAN dan KEKHAWATIRAN, dapat menyebabkan :
-Penyakit jantung
-Penyakit mental
-Kepanikan
-Depresi
-Serangan jantung
-Fobia
Tubuh anda bisa menanggapi ketakutan dan kekhawatiran dengan memicu pelepasan hormon adrenalin secara berlebihan, yang menyebabkan percepatan denyut jantung, penigkatan ventilasi paru yang abnormal, telapak tangan berkeringat, dan meningkatnya kontraksi system pencernaan. Ketakutan dan kekhawatiran yang berkesinambungan dapat menyebabkan keadaan peningkatan ini terjadi terlalu lama, dan dapat menyebabkan kelelahan adrenalin, kelelahan, kegelisahan dan kepanikan, gejala sulit buang air besar dan sakit kepala karena ketegangan. Kelelahan fisik dan emosional dan kelemahan system kekebalan tubuh anda dapat terjadi, dan hasil akhirnya adalah penyakit.
DEPRESI, dapat menyebabkan :
-Kanker
Penelitian telah menunjukkan bahwa pria memiliki kecenderungan untuk melepaskan kemarahan mereka, sementara wanita cenderung menyembunyikannya.Adalah benar bahwa kanker dapat menyerang semua orang, tetapi salah satu factor yang paling umum yang ditemukan para peneliti sebelum kanker menyerang adalah 'kurangnya penyaluran emosi'. Ibu rumah tangga memiliki peluang 54% lebih besar terkena kanker dibanding populasi pada umumnya dan 157% lebih besar dibanding dengan para wanita yang bekerja di luar rumah. *
Langkah-langkah untuk mengembangkan hati yang gembira untuk menghasilkan kesehatan yang baik dan jauh dari penyakit :
- Mengampuni
- Mengendalikan lidah
- Bersahabatlah dengan orang-orang yang positif
- Berilah makanan yang sehat ke dalam pikiran anda
- Kehidupan berohani yang akan mengubah kehidupan anda
Buang Jauh-jauh dari pikiran anda Ø
- Jangan sampai memikirkan kapan anda bisa menggantikan posisi boss anda Ø
Yang akan mengakibatkan ABCDG (ah bener2 capek deh gue)
Sumber : Apa Yang Anda TIDAK TAHU Mungkin Sedang MEMBUNUH ANDA!
Pesan Penting untuk Kesehatan Anda Don Colbert, M.D

Tuesday, November 21, 2006

Pria dan Wanita Merespon Humor dengan Cara Berbeda

Pria dan Wanita Merespon Humor dengan Cara Berbeda

Gara-gara humornya, polisi sangat tertarik mengundang blogger Jogja http://hermansaksono.blogspot.com" Herman Saksono ke kantornya. Kira-kira apakah dengan dengan humor pula ia menarik wanita pujaannya? Yang jelas Doyok bisa menyunting gadis seusia anaknya. Lho, apa hubungannya Herman Saksono dengan Doyok? pastinya mereka berdua sama-sama memiliki selera humor tinggi.

Sejak lama, humor diyakini sebagai bagian dari daya tarik hubungan pria wanita. Meskipun banyak yang menyarankan agar setiap orang meningkatkan selera humornya, sejauh mana humor berperan dalam merekatkan hubungan percintaan belum banyak ditelaah. Rahasia humor ini sedikit terkuak dari hasil penelitian terakhir.

Dua penelitian yang dilakukan berturut-turut menyimpulkan bahwa wanita menyukai pria yang suka melucu. Sedangkan, pria lebih menyukai wanita yang tertawa saat melihat dan mendengar aksi lucunya. Eric Bressler dari Westfield State College, Massachusetts dan koleganya Sigal Balshine dari McMaster University, Hamilton, Ontario melibatkan 200 mahasiswa pria dan wanita dalam penelitian tersebut. Masing-masing diminta untuk menilai foto lawan jenisnya. Beberapa foto disertai ungkapan lucu yang ditulis pemiliknya di bawah fotonya, misalnya "SMA-ku terlalu berat sampai-sampai aku harus menyiapkan peti mayat sendiri" atau kalimat yang lebih halus "Aku lebih suka berjalan ke sekolah daripada naik bus."Para peneliti menemukan bahwa wanita pada umumnya menilai pria yang memiliki selera humor - lebih jauh lagi bersahabat, lucu, dan terkenal - sebagai calon pasangan yang potensial. Sebaliknya, pria justru tidak terlalu menyukai wanita yang penuh kejenakaan. Sebelumnya Bressler menduga bahwa pria dan wanita memposisikan humor dengan cara yang sama. Namun, kenyataannya sedikit berbeda. Wanita menilai kemampuan pria melucu sedangkan pria menilai kemampuan wanita menangkap kelucuannya.

Pada penelitian berikutnya, Bressler dan koleganya meminta sekitar 130 mahasiswa untuk membayangkan dua orang yang berbeda jenis kelamin dengan mereka. Salah satunya memiliki karakter lucu, sedangkan satunya lagi memiliki sifat humor lainnya. Mereka diminta memilih karakter mana menarik dijadikan pasangan.Lagi-lagi, wanita umumnya lebih menyukai pria yang lucu. Sedangkan pria suka wanita yang suka melihat kelucuan lawan jenisnya. Para peneliti melaporkannya dalam makalah kedua yang dipublikasikan. Bressler yakin bahwa temuan ini bisa menjadi patokan bagaimana orang meningkatkan selera humornya.

Jika ditilik lebih lanjut, temuan tersebut mendukung teori yang diajukan seorang psikolog Geoffrey Miller di Universitas New Mexico, Albuquerque. Ia menyatakan bahwa wanita cenderung menyukai pria yang lucu karena hal tersebut menunjukkan bahwa otaknya sehat dan aktif. "Itulah cara terbaik untuk menunjukkan kerativitas dan kecerdasan," kata Miller.

Seleksi seksual

Jika teori ini benar, berarti wanita memilih pria yang lucu sebagai pasangannya agar keturunannya sehat dan dapat melanjutkan alur reproduksinya. Hal ini disebut seleksi seksual yang mendorong wanita suka pada pria yang lucu dan pria suka wanita yang menghargai kelucuannya. Pendapat tersebut tentu saja masih belum dapat dipastikan. Sebab, penelitian tersebut baru terbatas pada anak-anak muda di Amerika Utara. Namun, jika para ahli biologi telah meneliti sifat-sifat gen manusia, Miller yakin dapat ditemukan faktor penentu yang menghubungkan selera humor dengan kesehatan mentalnya.

Lalu bagaimana peran humor dengan hubungan percintaan? Bressler yang lebih banyak bergelut sebagai ilmuwan dan bukan penasihat cinta agak segan menjawabnya. Ia hanya memberi nasehat singkat untuk gadis-gadis. "Jika Anda tidak tertarik pada seorang pria, jangan tertawa jika ia melucu." ujarnya

article taken from www.nature.com

Rabu, 25 Januari 2006, 19:27 WIB

Kesalahan Umum Saat Membeli Asuransi

Kesalahan Umum Saat Membeli Asuransi

Perencana keuangan keluarga dari Pavilion Capital, Aidil Akbar Madjid, mencermati ada empat kesalahan umum yang biasa dilakukan sebagian orang dalam membeli asuransi.

Kesalahan pertama, membeli perlindungan asuransi untuk anak yang masih kecil. Jika sebuah keluarga kehilangan anak yang masih kecil, akan menyebabkan kehilangan secara emosional, bukan finansial.
Anda harus ingat bahwa anak yang masih kecil belum bekerja dan mendatangkan penghasilan atau belum memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, membeli polis asuransi jiwa untuk anak kecil tidak bijaksana.
Sebaliknya, orangtua yang memiliki anak seharusnya membeli polis asuransi. Ini merupakan langkah proteksi agar jika terjadi sesuatu yang buruk pada orangtua, si anak yang ditinggalkan tak telantar.

Kesalahan kedua, mencantumkan anak di bawah umur sebagai ahli waris. Anak di bawah umur tidak dapat menerima warisan, walinyalah yang dapat menerima warisan tersebut. Warisan itu pun baru bisa diberikan kepada anak kelak jika si anak berusia 21 tahun atau telah menikah.
Cantumkanlah wali dari anak Anda yang akan membantu merawat anak Anda selain pasangan apabila Anda meninggal dunia. Jika Anda tidak yakin juga akan wali tersebut, buatlah surat wasiat di hadapan notaris.
Ibu rumah tangga

Kesalahan ketiga, tidak membeli asuransi untuk orang yang tidak bekerja. Sebagian orang berpendapat, seseorang yang tidak bekerja tak perlu membeli asuransi karena tidak memiliki penghasilan atau tak memiliki nilai ekonomis.
Akan tetapi, seorang ibu rumah tangga perlu juga memiliki perlindungan. Ibu rumah tangga memiliki banyak tugas, seperti memasak, mengantar anak ke sekolah, dan membereskan rumah. Bandingkan jika tidak ada ibu rumah tangga dan keluarga Anda harus membayar pengasuh anak, sopir, pembantu, dan tukang kebun, berapa biaya yang harus dikeluarkan? Biaya inilah yang menjadi dasar perhitungan perlindungan yang harus dimiliki ibu rumah tangga.

Kesalahan keempat, pembelian asuransi jiwa oleh orang yang tidak memiliki tanggungan. Jika Anda berstatus lajang, sudah bekerja, tidak memiliki tanggungan seperti keponakan, orangtua, atau orang lain yang bergantung secara finansial kepada Anda, berarti Anda tidak memerlukan asuransi jiwa.
Apalagi, jika Anda memiliki tabungan atau investasi, justru tidak perlu asuransi jiwa sama sekali. Jika Anda meninggal, yang diperlukan adalah biaya pemakaman dan uang untuk membayar utang-utang.
Sebaliknya, untuk orang dengan kriteria tersebut, yang diperlukan adalah asuransi cacat dan penyakit kritis. Jika suatu saat Anda sakit atau cacat permanen dan tidak dapat bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan, Anda dapat manfaat dari asuransi cacat dan penyakit kritis itu.
"Sebuah survei menyebutkan, kemungkinan seseorang cacat tujuh kali lebih besar dibandingkan dengan meninggal," katanya. (JOE)
(article taken from www.kompas.com)
Minggu, 12 November 2006

Google Translate

Adventist News Network

ReliefWeb: Latest Vacancies (in UN--United Nations)