Friday, September 07, 2007

Makna dari Pekerjaan Kita

Selamat menjelang SABAT,


Makna dari Pekerjaan Kita

Beberapa waktu yang lalu saya memiliki kesempatan untuk menginap selama beberapa hari di sebuah hotel berbintang lima di Singapura dalam rangka perjalanan dinas. Selama tinggal di hotel tersebut ada yang sangat menarik bagi saya, bukan karena pelayanan atau kemewahan dari hotel berbintang lima tersebut, melainkan pekerjaan dari salah satu karyawan hotel.

Sebut saja Pak Lim nama'nya, seorang pria berusia 60 tahunan dan bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangat monoton dan membosankan. Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia memeriksa engsel pintu setiap kamar hotel.

Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim yang sesungguh'nya. Pak Lim memulai rangkaian tugas'nya dengan memeriksa engsel pintu pintu kamar 1001 dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan baik. Pemeriksaan yang dilakukan'nya bukanlah pemeriksaan yang "seada'nya" saja, namun pemeriksaan yang dilakukan dengan seksama dan menyeluruh pada setiap engsel serta memastikan bahwa setiap pintu dapat dibuka-tutup tanpa masalah.

Untuk memeriksa satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membuka dan menutup pintu tersebut hanya untuk memastikan bahwa semua'nya sudah berfungsi dengan baik. Barulah setelah puas, dia membubuhkan paraf pada daftar yang dibawa'nya dan memeriksa pintu kamar berikut'nya, kamar 1002, dia melakukan hal yang sama, begitulah seterus'nya. Dalam sehari, Pak Lim dapat memeriksa engsel pintu di 30 kamar.

Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan Pak Lim untuk memeriksa pintu semua kamar di hotel itu, kurang lebih sebulan…!!! Tidak mengejutkan sebenar'nya karena hotel berbintang lima tersebut memiliki sekitar 600 kamar.

Tugas pemeriksaan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai lingkaran, setelah pintu kamar terakhir selesai di periksa, Pak Lim akan kembali lagi ke kamar pertama, kamar 1001. Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu, dari hari ke hari, bulan ke bulan hinga tahun demi tahun. Pekerjaan semacam ini jelas merupakan pekerjaan yang monoton, tanpa variasi dan sangat membosankan!!! dan saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim masih dapat dengan cermat dan teliti memeriksa setiap engsel pintu dalam menjalani tugas yang membosankan ini. Saya membayangkan, seandai'nya saja saya sendiri yang diminta melakukan tugas semacam ini, mungkin saya akan memeriksa setiap engsel dengan sekedar'nya saja.

Karena sangat penasaran, saya bertanya kepada Pak Lim apa yang sebenar'nya membuat'nya begitu tekun menjalani pekerjaan rutin itu. Jawaban'nya sungguh diluar dugaan saya dan dengan lantang dia mengatakan, "Anak muda, dari pertanyaan anda, saya bisa menyimpulkan bahwa anda tidak memahami pekerjaan saya. Pekerjaan saya bukan sekedar memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu. Begini anak muda… tamu-tamu kami di hotel berbintang lima ini jelas bukan orang sembarangan, mereka biasa'nya adalah Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau juga Manajer Senior. Dan saya tahu mereka semua jelas bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mereka, dan juga banyak karyawan dibawah'nya yang jumlah'nya mungkin 20 orang, 100 atau bahkan hingga ribuan orang.

"Nah, bila sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini, misal'nya saja kebakaran atau gempa dan pintu tidak dapat dibuka dengan baik karena engsel'nya rusak, mereka mungkin saja dapat meninggal di dalam kamar dan akibat'nya dapat anda bayangkan, pasti sangat mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini, tetapi juga bagi keluarga mereka, karyawan yang berada dibawah tanggungan mereka. Keluarga mereka akan kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi mereka dan karyawan mereka akan kehilangan sorang pimpinan senior yang bisa jadi mengganggu kelancaran perusahaan. Sekarang anda mungkin dapat mengerti bahwa tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis sebuah perusahaan. Jadi, jangan meremehkan tugas saya".

Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan panjang lebar Pak Lim. Dari situlah saya mengerti bahwa jika seseorang tahu benar apa makna dibalik pekerjaan'nya, dia akan melakukan pekerjaan'nya dengan bangga, dengan senang hati dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Sebalik'nya, seandainya saja Pak Lim tidak memahami makna pekerjaan'nya, dia akan mengatakan bahwa tugas'nya hanya sebagai tukang periksa engsel.

Sekarang, coba tanyakan pada diri anda sendiri. Apakah anda tahu benar apa makna dibalik pekerjaan anda?
Katakanlah anda adalah seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer dari suatu Department, apakah anda tahu makna dibalik pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian atau Manajer?

Ingatlah bahwa jika seseorang tahu makna dari pekerjaan'nya, dia pasti akan melakukan pekerjaan dengan rasa bangga, dan yang terpenting, dia akan membuat pekerjaan'nya penuh arti, bagi diri'nya, bagi keluarga'nya dan bagi perusahaan'nya.

APAPUN PEKERJAAN KITA, ALANGKAH INDAH'NYA BILA SEMUA PEKERJAAN YANG KITA LAKUKAN SELALU MEMILIKI DASAR TUJUAN UNTUK TUHAN DAN SESAMA BUKAN HANYA UNTUK PERASAAN DAN KEPUASAN DIRI SENDIRI.

YULIUS PURWANTO - Jemaat IPH
International SOS - Jakarta
Training Department
Phone: 021-7505973, Ext- 8726
Mobile: 08122398783


(copied from ucc@yahoogroups.com)

No comments:

Google Translate

Video

Loading...

Adventist News Network

ReliefWeb: Latest Vacancies (in UN--United Nations)